detak_jantung_b

Anda bisa berdoa saat tidak banyak hal lain yang bisa dilakukan.

    [AkhirZaman.org] Robert Murray McCheyne belajar bahasa Yunani sendiri pada usia 4 tahun. Ia menduduki urutan teratas di sekolah dasar pada usia 5 tahun. Ia masuk SMU pada usia 8 tahun, dan mendaftarkan diri ke Edinburg University pada usia 14 tahun.

    Pada usia 18 tahun , ia mulai memimpikan pelayanan dan mengawali kebiasaannya seumur hidupnya untuk bersaat teduh, buku hariannya tertanggal 23 Februari 1834 berbunyi: Bangunlah pagi-pagi benar untuk mencari Allah dan menemukan Dia yang begitu dicintai jiwaku. Siapa yang tidak akan bangun pagi-pagi untuk menemui sahabat seperti itu? Pada tahun 1836 ia mulai melayani Gereja St. Petrus di Dundee, mulai tiap hari dengan membaca Firman Allah dan berdoa.

    Namun McCheyne tidak sehat. Ia mengidap penyakit jantung, semakin lama semakin lemah dan rapuh sehingga ia bepergian cukup lama untuk mencari kesembuhan. Namun ia merindukan gereja, dan pada tanggal 27 Februari 1839 ia menuliskan kata-kata ini untuk mereka dalam surat gembalanya:

Saya ingin seperti Epafras di Kolose 4: “Selalu bertekun di dalam doa.” Saat dihambat oleh Allah untuk mendoakan kalian dengan satu cara adalah kegembiraan hatiku untuk bertekun di dalam doa bagi kalian. Saat Dr. Scoot dari Greenok, pelayanan Tuhan yang baik dan kudus, tidak bisa berkhotbah akibat usia tua beberapa tahun sebelum kematiannya, ia bisa berkata, “Saya tidak bisa berbuat apa-apa bagi umat saya sekarang selain mendoakan mereka . . .” Itu juga yang saya rasakan.

    McCheyne hanya separuh sembuh, sekarat pada tahun 1843 dalam usia 29 tahun. Pada hari kematiannya, tidak terdengar suara apapun di rumah-rumah di Dundee selain ratapan. Kaum pria, berpapasan di jalan, tiba-tiba terisak-isak. Hamba-hamba Tuhan dari Skotlandia mempelajari kehidupannya dan metodenya selama seratus tahun ke depan, dan surat-suratnya dikoleksi beserta khotbah-khotbahnya yang sangat klasik. Ia pernah berkata, “Jika tabir dunia permesinan disingkapkan, betapa banyak yang kita dapati bisa dilakukan untuk menjawab doa-doa anak-anak Allah.”
    Sungguh banyak.

    Sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya . . . (Kolose 1:9-10a)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here