akhir zaman

[AkhirZaman.org] Makan dan minum atau menikah dan dinikahkan bukanlah dosa apabila dilakukan sebab hal itu adalah alamiah. Sebagaimana  pada zaman Nuh, pernikahan itu diakui sesuai dengan undang-undang, asal diperlakukan dengan sewajarnya dan bukan dengan tindakan yang berlebih-lebihan yang penuh dosa.

Kitab Kidung Agung dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang historis, kitab ini menceritakan bagaimana Salomo, sekalipun memiliki 60 permaisuri dan 80 selir serta dara-dara tak terbilang banyaknya, tetap mencintai gadis Sulam sebagai satu-satunya merpatinya [ Kidung Agung 6:8-9,13 ]. Secara kiasan, kitab ini dapat dipahami sebagai ungkapan kasih antara Tuhan sebagai suami dan Israel sebagai isteri, atau Tuhan Yesus sebagai mempelai pria dan gereja sebagai mempelai wanita. Semua pendekatan yang telah dijelaskan diatas, dapat dibenarkan. Tetapi  kita bisa melihat kitab Kidung Agung sebagai ungkapan cinta antara seorang gadis dan seorang pria.

Alkitab memberi tempat bagi cinta jasmani antara pria dan wanita. Pengalaman cinta yang terjadi antara pria dan wanita itu sendiri dimaksudkan Tuhan untuk kebahagiaan manusia sebagaimana hal itu menggambarkan hubungan Tuhan dengan umat-Nya. Dan kalau kita membaca dua pasal pertama Kitab Kejadian, maka kita dapat melihat bahwa sex adalah sesuatu yang merupakan rancangan Tuhan sebelum kejatuhan. Jadi, persetubuhan dalam hubungan suami-isteri adalah sesuatu yang kudus, dan cinta jasmani yang terlibat didalamnya juga kudus. Tetapi, setelah manusia jatuh dalam dosa, maka cinta jasmani dan sex telah menjadi hawa nafsu yang menjerumuskan.

Kita dapat melihat dalam kisah Amnon dan Tamar, bagaimana sex dan cinta jasmani telah dipakai Iblis [ II Samuel 13 ]. Didalam kisah ini, Amnon bin Daud jatuh cinta kepada Tamar, adik perempuan dari Absalom bin Daud ( ayat 1 ). Cinta didalam diri Amnon demikian kuat sampai ia jatuh sakit karenanya. Selanjutnya diceritakan bagaimana Amnon memperkosa Tamar, dan bagaimana dalam sekejab saja tiba-tiba Amnon membenci Tamar ( ayat 14,15 ). Amnon, yang pada mulanya sangat mencintai Tamar, tetapi tiba-tiba dapat sangat membencinya. Tentu peristiwa ini terjadi karena Iblis telah memakai cinta jasmani untuk mendatangkan malapetaka atas keluarga Daud. Dan memang, jika kita melihat pada pasal-pasal sebelumnya, Allah telah mengizinkan Iblis mendatangkan malapetaka atas keluarganya, karena peristiwa Batsyeba. Jadi kita lihat setelah Kejatuhan, bahwa Iblis dapat memakai cinta jasmani dan sex menjadi hawa nafsu yang merusak.

Nafsu hewan, disayangi dan dimanjakan menjadi semakin kokoh bercokol pada zaman ini dan sebagai akibatnya yang pasti, kejahatan yang tak terlukiskan dengan kata-kata telah menjalar bahkan dalam pernikahan sekalipun. Pikiran yang dikembangkan yang seharusnya menguasai kehidupan digantikan oleh kecenderungan hewani yang memerintah dan menundukkan kuasa yang lebih tinggi dalam diri manusia. Apa yang menjadi akibatnya? Seks yang Tuhan sudah ciptakan untuk kebahagiaan suami isteri disalahgunakan. Kaum pria merusak tubuh mereka sendiri dan wanita menjadi pelayan tempat tidur untuk memuaskan nafsu mereka yang rendah dan di luar batas sehingga tak ada lagi rasa takut akan Tuhan dalam pemandangan mereka.

Bagi pria dan wanita kristen yang belum menikah dan sedang dalam proses memilih teman hidup, haruslah sangat berhati-hati terhadap cinta jasmani. Sebab, Iblis dapat “menimbulkan” cinta jasmani didalam pria atau wanita, sehingga dapat merusak rencana Tuhan dalam hal memilih jodoh. Pria atau wanita yang akan menikah, perlu sungguh-sungguh menguji cinta jasmaninya, apakah telah ditunggangi Iblis atau tidak.

Tergila-gila bukanlah cinta yang benar. Betah tinggal berjam-jam lamanya bersama-sama pada malam hari dengan pacar itu bukanlah indikasi yang baik. Itu lebih kepada bukti bahwa anda sedang tergila-gila. Kita menyatakan cinta padahal sebenarnya tidak mengetahui apa yang disebut cinta murni dari hati yang tulus. Dalam hal inilah Setan banyak menjebak jiwa orang muda.

Bagi mereka yang telah menikah, maka cinta jasmani dan sex haruslah mendapat tempat yang selayaknya. Suami dan isteri yang penuh Roh Kudus, akan dapat menikmati cinta jasmani dan sex sebagaimana yang direncanakan Allah. Kita mengerti bahwa cinta jasmani dan sex yang dinikmati dalam Roh Kudus, akan menjadi alat pemersatu keluarga yang kuat ditangan Tuhan.  Akan tetapi, pemanjaan hawa nafsu melemahkan kuasa moral. Rasul Paulus berkata, “Dengan pikiran saya melayani hukum Tuhan.” Bila pikiran berkabut karena pemanjaan berbagai keinginan dan nafsu hewani, maka kuasa moral akan melemah, akhirnya hal-hal yang kudus akan dianggap sama saja dengan hal-hal yang biasa.

Kebenaran Tuhan dapat membuat pria menjadi bijaksana dan tetap terpelihara dalam  jalan keselamatan. Jika memang kita menyadari  ada hidup kekal untuk diraih, jika suatu tabiat yang murni dan suci yang harus diperkembangkan agar dapat memasuki hadirat Tuhan dan bergaul dengan malaikat surga, maka seharusnyalah para guru, dokter dan para penginjil menyatakan hal itu dalam hidup mereka agar menjadi teladan bagi orang yang mendengar pengajaran mereka? Kemudian diikuti setiap umat Tuhan dalam profesi hidup apapun tanpa terkecuali.

Seorang Kristen haruslah selalu memandang kepada Yesus dan meniru teladan hidup-Nya yang suci. Dengan demikian roh yang benar akan  ditanamkan ke dalam hidup dan tabiat orang lain. Nafsu yang rendah haruslah dijaga dengan ketat. Daya pikir dirusak dan disalahgunakan dengan hebatnya apabila nafsu dibiarkan merajalela.  Jika Tuhan selalu dicari tiap hari dalam doa yang sungguh-sungguh, doa yang keluar dari hati yang rendah untuk memohon terang dan bimbingan, hal itu tentulah akan nyata dalam tindakan sehari-hari; perbuatan-perbuatan yang tidak suci dan rencana-rencana yang tidak kudus akan ditekan dan Yesuslah yang akan dijadikan memerintah hidupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here