biarawati

[AkhirZaman.org] Otoritas Filipina mengusir biarawati Katolik asal Australia yang sempat ditahan karena ‘terlibat kegiatan politik ilegal’. Sang biarawati berusia 71 tahun ini diberi waktu 30 hari untuk segera meninggalkan Filipina.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/4/2018), biarawati bernama Patricia Anne Fox (71) ini merupakan kepala biarawati Notre Dame de Sion, yang merupakan persekutuan para biarawati Katolik di Filipina. Dia juga dikenal sebagai aktivis HAM.

Pekan lalu, Fox sempat ditahan selama sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap sang biarawati atas dugaan ‘perilaku melanggar ketertiban’. Tidak hanya sempat ditahan, visa misionaris Fox juga dicabut otoritas Filipina karena dia disebut sempat ikut aksi protes.

Pekan ini, perintah pemulangan atau deportasi Fox dirilis Biro Imigrasi Filipina. Kepala Biro Imigrasi, Jaime Morente, memerintahkan agar Fox segera meninggalkan Filipina. Fox yang sudah 27 tahun tinggal di Filipina ini, diberi waktu 30 hari untuk keluar dari negara itu.

“Dia diketahui terlibat aktivitas-aktivitas yang tidak diizinkan di bawah syarat dan ketentuan visanya,” sebut Morente, merujuk pada visa misionaris yang digunakan Fox selama ada di Filipina.

Visa misionaris baru yang telah didapatkan Fox dan akan berakhir pada September 2018, telah dicabut pada Senin (23/4) pekan ini. Namun seorang juru bicara Biro Imigrasi Filipina menyatakan, Fox masih bisa kembali ke Filipina dengan visa turis, bukan misionaris lagi.

Fox melalui pengacaranya, Jobert Pahilga, menyatakan akan mengajukan perlawanan. “Kami akan mengajukan mosi untuk mempertimbangkan kembali perintah (deportasi) ini. Dia tidak terlibat dalam aktivitas partisan apapun. Dia seorang biarawati,” tegas Pahilga.

Kelompok aktivitas sayap kiri, Bayan, mengecam perintah deportasi terhadap Fox ini. Bayan menyebut Fox telah melakukan banyak hal untuk para petani Filipina selama tiga dekade tinggal di Filipina.

“Rezim Duterte paranoid dan takut pada seorang biarawati lanjut usia yang bekerja untuk hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi warga miskin. Perintah deportasi pada Suster Pat tentunya tercela dan sungguh memalukan,” cetus pemimpin Bayan, Renato Reyes, dalam pernyataannya.

https://news.detik.com/internasional/d-3990368/biarawati-australia-diusir-setelah-27-tahun-tinggal-di-filipina

Untuk saat-saat ini suatu perbuatan yang baik dapat disalahkan dan sebaliknya suatu tindakan yang buruk lebih terkenal dan secara sengaja diperjuangkan.

Ini merupakan gambaran hati manusia saat ini yang selalu hidup berlawanan dengan tindakan dan perbuatan yang baik.

Dan kadang seseorang akan takut melakukan perbuatan yang baik sebab akan menerima ejekan dari sesama mereka.

Bahkan sebahagian orang yang tidak menyukai seseorang yang melakukan perbuatan yang baik bahkan hidup mereka jujur.
*

“Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang y sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.”

Pengkhotbah 9:3.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here