bertumbuh

Sebab itu marilah kita tinggalkan azas-azas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah. lbrani 6:1.

[AkhirZaman.org] Di pintu gerbang jalan masuk menuju hidup yang kekal, Allah menempatkan iman, dan la menerangi segenap jalan itu dengan terang dan damai sejahtera, dan sukacita dalam penurutan. Orang yang berjalan di atas jalan ini senantiasa memperhatikan di hadapannya tanda panggilannya yang tinggi di dalam Kristus. Upah yang tersedia itu senantiasa ditatapnya. Baginya undang-undang Allah adalah kebenaran dan sukacita serta damai sejahtera di dalam Roh Kudus. Perkara-perkara yang tadinya kelihatan sebagai melintang pukang ternyata menjadi mahkota.

“Belajarlah dari padaKu,” adalah perintah Juruselamat. Ya, belajar tentang Dia bagaimana menghidupkan kehidupan Kristus satu kehidupan yang bersih dan kudus, terlepas dari noda dosa….

Maju, bukannya menemui jalan buntu, adalah undang-undang sorga. Pertumbuhan terus adalah hukum setiap pikiran dan tubuh. Benda-benda di alam menurut hukum ini. Di ladang dapat kelihatan yang pertama daun, lalu bulir, barulah kemudian mayang gandum di dalam bulirnya. Di dalam kehidupan rohani, sebagaimana juga di dalam kehidupan jasmani, harus ada pertumbuhan. Langkah demi langkah ikita harus bertumbuh, terus-menerus menerima dan memberi, senantiasa memperoleh pengetahuan yang semakin sempurna tentang Kristus, setiap hari mendekat lebih rapat dengan ukuran kepenuhan Kristus.

Orang Kristen mula pertamanya adalah sebagai anak bayi di dalam Kristus. Kemudian ia menjadi anak kecil. la senantiasa bertumbuh seimbang untuk mencapai kesempatan yang baik dan hak istimewa yang diberikan kepadanya. la selalu mengingat bahwa ia bukanlah miliknya sendiri, ia telah ditebus dengan harga tunai, dan itulah sebabnya ia harus mengadakan yang terbaik dengan talenta yang dipercayakan kepadanya. Meskipun ia baru pada tarap kanak-kanak dalam pengertian rohaninya, namun orang Kristen itu hendaklah melakukan yang terbaik, maju terus menuju hidup yang lebih tinggi dan lebih kudus. la haruslah menyadari bahwa ia adalah kawan sekerja bersama-sama dengan Allah….

la tak pernah menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, tetapi ia memandang segala sesuatu itu sia-sia karena mengutamakan pengetahuan tentang Yesus Kristus, Tuhannya. la harus berjalan dan bekerja di dalam persahabatan dengan Juruselamat. Bila ia melakukan hal ini, imannyapun akan bertambah-tambah. Dengan memandang senantiasa kepada Kristus, ia akan diubahkan ke dalam gambar tabiat yang sama dengan tabiatNya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here