menyia-nyiakan

Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya? lbrani 2:3.

[AkhirZaman.org] Tidak ada karunia yang lebih besar yang dapat dianugerahkan kepada manusia lebih daripada apa yang dapat dipahami di dalam Kristus. . . . Suatu kelalaian memegang teguh harta kekayaan keselamatan yang tak ternilai harganya itu berarti kehancuran jiwamu yang kekal. Bahaya sikap  masa bodoh terhadap Allah dan menyia-nyiakan karuniaNya diukur oleh keagungan keselamatan itu. Allah telah berbuat dengan segala kuasa yang dimilikiNya. Segala sumber kekayaan kasih yang tak terhingga itu telah ditumpahkan sama sekali di dalam mewasiatkan dan menjalankan rencana keselamatan untuk manusia. Allah telah menunjukkan tabiatNya di dalam kebaikan, di dalam rahmat, belas kasihan dan cinta yang dinyatakan untuk menyelamatkan suatu umat berdosa yang memberontak. Apakah yang dapat dilakukan yang belum dibuat di dalam melengkapi rencana keselamatan itu? Jika orang berdosa itu tetap bersikap masa bodoh terhadap penyataan kebajikan Allah, jika ia menyia-nyiakan keselamatan yang amat besar itu,… apakah yang dapat dilakukan untuk menyentuh hatinya yang keras itu?

Betapa pentingnya, betapa besarnya pokok penebusan itu, sehingga Ia yang telah menjamin keselamatan manusia adalah tentang kemuliaan Bapa, ungkapan gambar pribadiNya! Sesudah itu, bagaimana pula sorga memandang orang-orang yang menyia-nyiakan keselamatan yang begitu besar untuk manusia dengan harga tunai yang tak ternilai mahalnya? Lalai memegang teguh berkat-berkat Sorga yang limpah itu berarti menolak, menyia-yiakan Dia yang sama dengan Bapa, satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia yang berdosa. Oh, akankah kita dengan menyia-nyiakan Kristus membuangkan satu-satunya kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal?

Kasih, betapa indahnya kasih yang ditunjukkan oleh Anak Allah itu! Maut yang menjadi bagian kita telah menimpa Dia agar peri yang tidak akan mati dapat diberikan kepada kita yang sebenarnya tidak patut menerima upah sedemikian itu. Bukankah keselamatan besar di dalam kesederhanaannya dan ajaib di dalam kelengkapannya?  Memikir-mikirkan penuhnya perlengkapan yang telah disediakan Allah sehingga setiap anak-anak Adam, laki-laki dan perempuan dapat diselamatkan mengajak kita berseru bersama-sama dengan Yohanes, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah” (I Yohanes 3:1) …. Rencana keselamatan disediakan setiap saat, baik pada saat yang tidak disangka-sangka dan bagi setiap jiwa yang membutuhkannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here