bp17_2

[AkhirZaman.org] Secara manusia terkadang kita merasa tidak sanggup dalam mengatasi setiap permasalahan yang datang mendera kehidupan kita, sering terlontar dari bibir kita, bahkan karena semakin merasa tidak sanggup lagi, jalan keluar terbaik ialah lari dari masalah itu sendiri ataupun bertindak nekat tanpa mau menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Mari lihat petunjuk dari Firman Tuhan melalui Pengalaman Raja Yehuda yaitu Yosafat dalam 2 Taw 20:1-25. Perhatikan prinsip-prinsip dibawah ini!

Prinsip pertama: Kenali Musuhmu!

2 Tawarikh 20:1,2 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi.

Sering kita berpikir musuh itu ada di luar diri kita padahal sangat sering musuh itu adalah: sikap kita sendiri. Apa yang terjadi pada kita (situasi) tidak lebih hebat daripada apa yang terjadi di dalam kita (tanggapan kita terhadap situasi itu).

Apa Reaksi Yosafat? 2 Tawarikh 20:3 Yosafat menjadi takut. Ia takut karena menghadapi suatu situasi yang kelihatannya tidak ada harapan.

Prinsip Kedua: Bawalah Kepada Tuhan Dalam Doa!

2 Tawarikh 20:3,4 ” ……lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.

Doa adalah senjata pertama kita yang kita dapat gunakan pada saat kita menghadapi masalah kehidupan, dan bukan yang terakhir.

Raja Yosafat memimpin doa. Dalam (6-12) ”Dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka: Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya. Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.”

Prinsip ketiga : Akui Keterbatasan dan Kelemahanmu!

Pada saat kita minta pertolongan Tuhan, itu berarti kita mengakui kelemahan dan keterbatasan kita. Hidup kristiani adalah kehidupan supranatural dan kita butuh kuasa Tuhan untuk kehidupan itu. Hidup kristiani, ”Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh Tuhan”

Prinsip keempat: Mengandalkan Sumberdaya Tuhan.

”……..Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” 2 Tawarikh 20:12

Tuhan yang sanggup memecahkan masalah kita, karena itu arahkan matamu kepada Dia. Seperti juga pengalaman Pemazmur: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?  Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi” (maz 121:1,2). Kalau mata kita tetap tertuju kepada Dia kita akan berada di atas situasi-situasi kita.

Prinsip kelima : Tenanglah di Dalam Iman!

Perhatikan jawaban Tuhan atas doa Yosafat: ”Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.”

Selanjutnya Tuhan berfirman: (20:17)  ”Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

Prinsip Keenam: Beriman Kepada Tuhan dan Kepada Nabi-Nabinya.

Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada YAHWEH, Tuhanmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” (20:20).

Musuh-musuh itu saling membunuh sampai binasa semuanya.

Tuhan menyediakan perlengkapan bagi umat-Nya untuk bertahan terhadap tantangan terberat apapun yang akan dihadapi oleh jemaat-Nya. Dengan Firman Tuhan sebagai jangkar jiwa dan karunia-karunia Roh (1 kor 12) termasuk karunia nubuat (kenabian) di  akhir zaman, umat akan memperoleh penghiburan dan kekuatan di tengah badai yang akan dilepas pada peristiwa-peristiwa akhir menjelang penutupan sejarah dosa.

Prinsip Ketujuh: Berterimakasihlah Kepada Tuhan di Depan Atas Pemberian Kemenangan Untukmu Nanti!

2 Tawarikh 20:21Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

Biduan yang menyanyikan lagu pujian ditempatkan paling depan disusul pasukan bersenjata. Aneh tapi nyata, bukan! Dan Tuhan memberi kemenangan itu. Kemenangan yang luar biasa.

2 Tawarikh 20:25 ”Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.”

James Stewart, (baca kisahnya) seorang remaja anti-kristen namun oleh doa ucapan syukur di depan oleh ibunya utuk pertobatannya, dia kemudian menjadi seorang Kristen, doa ibunya dijawab Tuhan. Ada kuasa di dalam ucapan syukur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here