reading-bible-lady Copy

3. Firman Tuhan Merupakan Satu Keutuhan
[AkhirZaman.org]
 Seringkali kita membuat pilihan-pilihan di antara begitu banyak kebenaran yang dinyatakan kepada kita. Kita masih belum terlepas dari keadaan kemanusiaan kita sehingga tentu saja masih ada bagian-bagian tertentu dari firman Tuhan yang paling mencocoki kepribadian kita. Walaupun begitu, kata harus jujur hati untuk mengakui apa yang benar sebagai benar sekalipun kebenaran itu kita rasakan berat untuk diri kita. Bukanlah diri kita, dengan kemauan keras kita, yang membuat kita menggenapi tuntutan-tuntutan Sabda Allah. Penurutan kita kepada Sabda Allah adalah buah-buah pekerjaan Roh Suci. Kewajiban kita adalah mempercayai seutuh-utuhnya apa yang disaksikan oleh Roh.

Kita bukan saja cenderung untuk menghindari apa yang menemplak kita, kita juga cenderung untuk menghindari apa yang menakutkan kita. Ini sudah lumrah. Tetapi biarlah kita bersama-sama belajar untuk mengerti bahwa Tuhan tidak menciptakan perkara-perkara yang menakutkan. Tuhan tidak menciptakan pembunuhan dan kekerasan. Tuhan menciptakan segala sesuatu yang indah yang berisikan kasih. Tetapi manusia sudah menyerah kepada setan sehingga buah-buah perkerjaan jahat setan harus mambayangi dirinya. Tuhan tidak mau berceritera khayalan. Tuhan menghadapi kenyataan hidup ini. Manusia diancam kemusnahan melalui kejahatan dan kekerasan. Tuhan menyatakan semua itu dan memberi jalan pelepasan bagi setiap orang yang mempercayai firmanNya.

4. Seorang Hamba Tidaklah Lebih Tinggi Daripada Tuannya (Yoh. 15: 20)
Dalam Injil Yohanes pasal 15 ayat 20 dan seterusnya, Yesus menyatakan suatu kebenaran. Kebenaran ini bukannya mudah untuk ditelan, tetapi karena ini adalah kebenaran, inipun merupakan Injil keselamatan kita. “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu; seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga menganiaya kamu.”

Yesus mengulangi suatu kebenaran yang sudah pernah Ia ucapkan kepada murid-muridNya. Dalam Yohanes 13: 16, Ia berkata bahwa “seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.” Pada saat itu Yesus berkata-kata sehubungan dengan pelayanan yang harus

dilakukan oleh murid-muridnya. Kalau Yesus sebagai tuan, melayani, maka murid-muridNya juga harus melayani. Tetapi bukan hanya di bidang pelayanan yang murid-muridNya harus mengalami apa yang telah dialami Yesus, aniayapun harus mereka alami. Ini merupakan ucapan yang sangat mengecewakan dan mungkin sekali dapat mematahkan harapan seseorang yang ingin mengikuti Yesus. Yesus rindu untuk menghibur orang, tetapi ia tidak dapat menghibur dengan cara menyembunyikan kenyataan. Dunia telah dikuasai Setan, dan setiap orang yang memilih untuk mengikuti Yesus akan dijadikan sasaran amarahnya. Ini diketahui Yesus oleh sebab itu Ia memberi tahu kepada kita supaya kita boleh berjaga-jaga.

Bagaimana cara kita berjaga-jaga? Yesus memberitahu caranya dan dalam hal inilah, Ia menyampaikan penghiburanNya. Roh tidak dapat diperangi oleh daging. Roh harus dihadapi dengan Roh, setan harus dihadapi dengan Roh Suci. Sebagaimana Yesus dalam keadaan kemanusiaanNya dapat memperoleh kemenangan dengan bantuan Roh Suci, kita harus menempuh jalan yang sama. Tidak bakal ada kemenangan di luar Roh Suci.

“Lihatlah, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku….Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”(Yoh 16: 32,33).

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang,….Ia akan bersaksi tentang Aku…..Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran….dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”(Yoh 15: 12; 16: 13).

Inilah cara Gembala kita yang baik meratakan jalan bagi kita selaku domba-dombaNya. Ia tidak memberitakan yang palsu. Ia menyatakan yang benar, termasuk segala kesulitan, ancaman-ancaman dan aniaya yang akan dihadapkan oleh setan kepada kita. Tetapi Ia menjamin kemenangan dengan cara dan jalan yang sudah Ia tempuh.

5. Penting Sekali Jalan Persatuan Dengan Roh Melalui Kebenaran
Caranya bagi kita untuk tidak sekedar beragama tetapi belajar untuk mengenal Yesus secara perorangan adalah untuk mendengarkan bisikan Roh yang akan bersaksi dari hal Dia. Roh Penghibur ini akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran dan akan memberitakan hal-hal yang akan datang. Roh Suci akan bernubuat itulah sebabnya Ia disebut ROH NUBUAT. Ia akan berbicara lagi melalui seorang hamba pilihannNya. Kalau begitu, maukah kita mengatur kehidupan kita agar supaya kita dapat menyatu dengan Dia?

Yesus membujuk bangsaNya untuk berdamai dengan Dia, dan menyatu dengan Dia agar boleh selamat. Dengan atau tanpa umatNya, Yesus hanya menyediakan jalan keselamatan bagi mereka. Apakah mereka mau memanfaatkan jalan yang sudah dibuka itu merupakan pilihan bebas mereka.

Begitu juga dengan kita pada akhir zaman ini. Roh Suci sudah berkenan untuk membuka jalan perdamaian dengan diriNya. Ia sudah bersaksi dari hal Yesus, Ia sudah menyatakan kebenaran dan memberitakan kepada kita hal-hal yang akan terjadi. Apakah kita mau memanfaatkan kesempatan untuk berdamai dengan Dia merupakan pilihan kesukaan hati kita sendiri-sendiri. Roh Suci tidak ikut diuntungkan atau dirugikan oleh pilihan kita. Kita sendiri yang akan diuntungkan atau dirugikan. Kalau kita memilih jalan yang benar, yaitu jalan iman, ini akan membuka jalan bagi pencurahan Hujan Akhir yang akan menjamin kemenangan kita. Kalau jalan tidak percaya yang kita pilih, kita akan hilang atau risiko kita sendiri.

Oleh sebab itu, adalah penting sekali untuk menempuh jalan persatuan dengan Roh melalui kebenaran. Kita diminta untuk menggali kebenaran Alkitab.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here