1arang1

TAPAL ARANG

Bubur arang yang akan digunakan sebagai tapal dibuat dari bubuk arang yang dicampur dengan air untuk dibuat semacam pasta. Ditaruh di atas kain kering tipis lalu keempat sisinya dilipat untuk membungkus bubur arang tadi dan kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Ellen G. White menulis:

“Salah satu pengobatan yang sangat berguna adalah bubuk arang, ditaruh dalam satu kantong dan digunakan dalam fomentasi. Ini adalah sebuah pengobatan yang paling manjur. Saya membuktikan pengobatan dengan arang ini dalam kasus ketika seorang menderita sakit yang sangat dan dokter akhirnya mempercayakan kepada saya pengobatan ini sebagai satu-satunya jalan ketika sudah tidak ada harapan lain. Lalu saya menganjurkan penggunaan arang, dan pasien tertidur, titik balik terjadi, dan hasilnya adalah kesembuhan.”

Saya tahu anda akan menertawakan hal ini; tapi apabila saya memberikan obat ini satu nama yang asing yang tidak diketahui siapapun selain saya, hal ini akan memberikan pengaruh yang lebih besar….. Pengobatan yang paling sederhana adalah bantuan alam, dan tidak meninggalkan efek yang negatif setelah penggunaannnya.”

arang

Penggunaan tapal arang akan jauh lebih efektif apabila dibarengi dengan meminum bubuk arang. Prinsipnya adalah: Apabila dua prosedur diaplikasikan bersama-sama, efeknya akan bersinergi atau bekerja bersama-sama.

PRINSIP-PRINSIP TERAPI ARANG :

  1. Kunjungi dokter untuk pemeriksaan kesehatan, laboratorium, dan diagnosa.

  2. Temukan penyebab yang memungkinkan terjadinya penyakit.

  3. Hilangkan penyebab penyakit tersebut.

  4. Gunakan terapi arang sesuai prosedur dan dosis dengan selang waktu yang teratur.

  5. Kunjungi dokter anda kembali untuk pemeriksaan kesehatan ulang.

Arang bukanlah satu antibiotik. Dia bukan satu pengobatan untuk semua penyakit. Jadi bila terjadi satu masalah kesehatan, penderita harus datang kepada dokter yang akan melakukan diagnosa dan menemukan penyebab penyakitnya. Langkah pertama adalah menghilangkan penyebab penyakitnya dan melakukan tindakan terhadap kondisi yang ada. Mengobati penyakit tanpa menghilangkan penyebabnya hanya membuang waktu dan uang. Sebagai contoh, kanker. 70% penyebabnya adalah apa yang masuk melalui mulut seperti daging, rokok, minuman keras dan kopi. Penderita kanker harus menjauhkan hal-hal ini selama menjalani pengobatan apabila ingin sembuh. Demikian juga, orang-orang yang sehat harus menjauhi hal-hal tersebut jika ingin menikmati kesehatan.

Arang sebagai sebuah pengobatan bisa digunakan sebelum pengobatan dengan obat farmasi.  Jika, setelah beberapa hari pengobatan tidak ada perbaikan terlihat, obat-obat farmasi yang dari dokter harus dicoba. Apa yang terjadi hari ini sunggguh berbeda. Pasien menyerah kepada pengobatan dengan arang hanya setelah mereka tidak lagi mampu membeli obat-obatan yang mahal. Arang bukanlah pengobatan terakhir untuk penyakit. Obat-obatan farmasilah yang harus dicoba sebagai hal terakhir untuk semua masalah kesehatan.

Pengalaman sudah mengajarkan kepada kita bahwa dalam kasus-kasus dimana pasien sudah dioperasi dan penyakit timbul lagi, atau pasien sudah menjalani serangkaian terapi radiasi, respon terhadap pengobatan arang lebih lambat dibandingkan dengan kasus yang sama yang tidak menjalani operasi dan terapi radiasi. Saat ini, kami mempunyai dua pasien berusia 60 tahun dengan masalah mata yang sama. Mereka adalah saudara perempuan dan ipar laki-laki dari penulis. Kedua-duanya adalah warga negara Amerika. Sang suami menjalani pengobatan dengan laser di California, dan isterinya menjalani pengobatan dengan obat-obatan farmasi. Mereka pulang ke Filipina untuk liburan dan untuk menjalani pengobatan dengan arang. Tapal arang ditempelkan pada mata mereka setiap malam. Dua puluh hari kemudian, ada kemajuan yang sangat berarti pada penglihatan sang istri, tapi tidak ada tanda tanda kemajuan pada penglihatan sang suami. Gejala respon ini sungguh benar pada pasien penderita kanker yang kami temui dan obati. Selama penulisan ini, pengobatan atas mereka masih berlangsung. (Healing Wonders of Charcoal)

KAPAN BUBUK ARANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI TAPAL

Jenis penyakit yang membutuhkan arang sebagai tapal ditentukan dari jenis penyakitnya. Berikut adalah daftar penyakit dimana tapal dapat diaplikasikan. Apabila ada rasa sakit atau gejala-gejala pada bagian tubuh yang tidak terdapat dalam daftar, pakaikan tapal arang pada bagian tubuh yang sakit.

Banyaknya bubuk arang yang akan digunakan sebagai tapal tergantung pada ukuran dari penyakit atau bagian tubuh yang akan ditempel dengan tapal ini. Misalnya, peradangan pada kelenjar prostat. Kelenjar prostat ini sangat kecil, tapi tapal arang harus dipakai menutupi seluruh perut bagian bawah dan selangkangan. Tapal ini harus lebih luas 3 – 4 inchi menutupi daerah yang sakit dengan ketebalan ¼ inchi atau sekitar 6 mm. Makin tebal tapal, makin bagus hasilnya.

Penyakit pada Organ tubuh

1. Persendian

  1. Arthritis

  2. Gout

  3. Peradangan

  4. Rematik

  5. Keseleo

 Aplikasi

  1. Tempelkan tapal arang sekitar persendian yang sakit setiap malam.

  2. Minum arang sesuai dosis.

  3. Jangan makan makanan seperti biji kering, kacang, daging atau produk daging, makanan kalengan, kopi, minuman keras, remis, dan udang.

arang2

2. Hidung

  1. Peradangan

  2. Infeksi

  3. Polip

  4. Sinus

 Aplilkasi

  1. Untuk sinusitis, tempelkan tapal arang mulai dari dahi sampai hidung setiap malam.

  2. Minum arang sesuai dosis.

  3. Hindari minuman keras, kopi, tembakau, dan makanan daging apabila ada kanker.

arang

3. Pankreas

1. Kanker

2. Pembengkakan

3. Peradangan dan Infeksi

Aplikasi

  1. Tempelkan tapal arang pada perut bagian atas tiga kali sehari.

  2. Minum arang sesuai dosis.

  3. Hindari makanan daging, makanan-makan yang digoreng, berlemak dan pedas, minuman keras dan kopi.

arang3

Sumber: arangobatajaib.org

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here