Gambar Pemandangan Alam Terindah di Dunia Air Terjun Aliran Air Sungai Cantik Copy

 

[AkhirZaman.org] Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang yang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26).

Kebanyakan kita memiliki perasaaan yang beragam tentang diri kita. Kita mengambang di antara titik rasa “kepuasan” dan “ketidakpuasan.” Kadang kala kita menyukai diri kita, kadang pula tidak. Bila kita merasa benar terhadap diri kita, kita bahagia, percaya diri, rileks dan siaga. Sebaliknya bila tidak, kita merasa tertekan, cemas, mudah tersinggung atau putus asa. Sikap kita terhadap diri kita, konsep terhadap diri kita atau pandangan terhadap diri kita merupakan satu hal sangat penting yang kita miliki. Konsep terhadap diri kita adalah sumber kebahagiaan pribadi kita atau sebaliknya. Hal itu menentukan kesanggupan kita dan menjelaskan pencapaian kita. Jika kita berpikir sempit (negatif) terhadap diri kita, kita mungkin akan mencapai hasil sedikit (mengevaluasi diri secara negatif). Jika kita berpikir positif (luas) tentang diri kita, kita akan leluasa mencapai potensi kita yang sesungguhnya.

Seorang anak remaja lelaki menempelkan tulisan dalam huruf tebal pada dinding kamarnya: “Saya adalah diriku dan saya baik, karena Allah menciptakan saya dan Allah tidak menjadikan saya tak berarti!” Anak ini memiliki sebuah kunci untuk hidup di mana ia mempunyai sikap yang positif terhadap dirinya. Riset psikologi menyatakan bahwa orang dengan konsep diri positif adalah lebih damai dalam diri mereka. Akibatnya mereka lebih kreatif, percaya diri dan aktif bergaul daripada orang yang memiliki konsep diri negatif.

Tahukah anda bahwa masalah hubungan suami-isteri, cemas, cemburu, makan berlebihan, kerja berlebihan, putus asa, tak bisa rileks adalah wujud dari kurangnya penerimaan diri? Kenyataannya ini hanyalah sekelumit dari sekian banyak gejala yang ditunjukkan oleh kurangnya sikap positif terhadap diri kita. Marilah perhatikan beberapa hal di bawah ini di mana penerimaan diri kita kurang.

1. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Mengatasi Depresi.
Kali ini masyarakat kita dilanda penyakit depresi. Akar dari depresi adalah kurangnya penerimaan diri. Ketika kita putus asa, tertekan, kita sedang berada dalam proses penolakan diri. Kita memutuskan bahwa kita tidak dipenuhi dengan kasih yang berarti. Didasarkan atas kurangnya mengasihi diri atau menghargai diri. Namun bila kita menyukai diri kita sesungguhnya kita tidak akan jatuh pada penolakan diri. Pengalaman kami ketika berpindah ke kantor divisi, kami mengalami depresi karena sangat banyak perubahan; tempat yang baru, tantangan yang baru, penyesuaian yang baru, dll. Pada waktu bersamaan kami memiliki banyak tanggung jawab yang saya pikir itu sangat sulit bagi saya untuk menyelesaikannya. Wah, rasanya sangat mudah menjadi putus asa. Kami belajar menerimanya. Kami berdoa dan Allah menolong kami melakukan yang terbaik bagi-Nya. Akhirnya kami dapat menyesuaikan diri dan mengatasi depresi kami. Kami menerima semua tanggung jawab kami, depresi kami akhirnya lenyap. Itu karena kuasa Allah.

2. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Belajar Menangani Marah.
Harold memiliki tabiat yang buruk. Ia sangat genting, unggul dan ia tidak menyukai dirinya. Ia mempunyai masalah dengan penerimaan diri. Jika kita tidak menyukai diri kita, kita sangat mudah mengeritik orang lain. Marilah kita belajar bagaimana menangani marah.

3. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Menanggulangi Cemburu.
Cemburu adalah gejala lain kurangnya penerimaan diri. Saya mengenal seorang wanita yang sangat pencemburu. Ia tak dapat biarkan suaminya memandang pada wanita yang lain. Ia tidak mempercayai suaminya sekalipun di dalam gereja. Padahal suaminya sangat mengasihinya dan tidak pernah menyeleweng. Namun karena ia tidak menyukai dirinya, ia tidak mempercayai kasih suaminya. Banyak di antara kita sedang mengikuti cara ini. Kita tidak dapat menerima dan percaya kasih yang lain, karena kita kurang memiliki arti mendasar dari penerimaan diri. Apakah anda mengalami kecemburuan macam itu?

4. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Belajar Untuk Rileks.
Teman saya Is memiliki masalah yang lumrah. Ia adalah seorang pekerja yang kelewatan. Tidak ada waktu untuk bersantai. Sekalipun saat ia sedang berlibur ia senantiasa melakukan pekerjaannya. Sebagian orang beranggapan bahwa Is adalah wanita yang sukses, namun sebetulnya tidak. Suaminya mengingini waktu bersamanya juga anak-anaknya, namum tidak ada waktu. Jika ia sesungguhnya bersikap baik terhadap dirinya ia dapat rileks dan menikmati hidup dengan keluarganya.

5. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Memperbaiki Pernikahan Anda.
Pernikahan adalah bidang yang lain, di mana penerimaan diri memegang peran penting. Kita menjadi mudah tersinggung, gelisah, gagal berkomunikasi karena kita tidak ada damai dengan diri kita. Hubungan seks merupakan alat pemenuhan kebutuhan kita yang wajar atau memenuhi keinginan kita. Masalah seks yang juga muncul dalam pernikahan dari kurangnya percaya diri kita, rasa aman, dan penghargaan diri. Ketika kita tidak merasa nyaman dalam diri kita, kita sedang konflik dengan pasangan kita. Banyak pasangan datang berkonsultasi karena masalah pernikahan, hubungan yang tidak berbahagia. Mengapa demikian, karena sikap dari suami/isteri tetap kurang memiliki penghargaan diri. Anda harus merubah dan memulai mengasihi dirimu dan anda akan merasakan respon pada suami/isteri meningkat peka, perlahan. Kadang kala pasanganmu akan berkata: Menakjubkan, bagaimana suami/isteri-ku telah berubah semenjak saya menerima sikap suami/isteri-ku. Sudahkah anda lakukan ini terhadap pasanganmu?

6. Anda Dapat Mengasihi Dirimu Dan Bertumbuh.
Orang yang telah saya singgung di atas semuanya sedang dilanda dengan masalah yang sama. Mereka tak dapat atau tak ingin menerima diri mereka. Anda mungkin ganteng, jelek, tinggi, pendek, kurus atau gemuk, dll. Anda telah diciptakan menurut rupa-Nya. Kita harus menerimanya, itulah diriku, oh Tuhan. Sikap kurang mengasihi diri atau menerima diri adalah akar dari berbagai masalah. Sampai kita belajar menerima diri kita sebagaimana adanya, sekalipun aku pendek, itu adalah milikmu atau milikku. Proses penerimaan diri ini dalam hidup kita terdapat dalam Alkitab. Semakin anda/saya mempelajari Alkitab, semakin anda/saya mendapati bahwa setiap mahluk hidup bertopik pada sikap penerimaan diri, penghargaan diri.

Alkitab dengan jelas mengajarkan kita bahwa kita harus mengasihi diri kita. Dikatakan bahwa kita diciptakan dalam wujud Allah. Dikatakan bahwa kita adalah mahluk yang bernilai dan berharga. Dikatakan pula bahwa kita saking pentingnya sehingga Kristus mengorbankan hidup-Nya bagi kita. Alkitab juga mengajarkan bahwa evaluasi diri secara positif tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran alkitabiah lainnya tentang kerendahan hati dan penyangkalan diri.

Saya sangat prihatin tentang kurangnya penghargaan diri yang menghantui banyak di antara kita. Jalan keluar menanggulangi masalah pribadi kita yang beragam terletak pada sikap yang baik terhadap diri kita. Jika anda dan saya belajar menyukai, mengasihi diri kita, maka keputusasaan, permusuhan, kecemasan akan mulai memudar. Untuk maksud ini kita harus mempunyai dasar yang kokoh bagi penghargaan diri kita. Saya yakin dasar ini ditemukan dalam Alkitab. Anda dan saya apakah pendek, kurus, gemuk, tidak menjadi masalah. Itulah diriku, oh Tuhan, yang hadir di saat butuh berdoa. Galatia 2:20 mengatakan, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Saya sangat istimewa pada Allah. Anda juga! Saya berharga di mata-Nya. Anda juga!!

 

(WAO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here