perbudakan-mnsia Copy

2. Allah Menyertai UmatNya Yang Hina

[AkhirZaman.org] Pengalaman bangsa Israel pada masa lalu adalah suatu lambang bagi pengalaman kita yang hidup di akhir jaman ini. Pada waktu bangsa Israel hidup di bawah tekanan perhambaan bangsa Mesir, Allah berkata kepada Musa: “Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” (Keluaran 3 : 9 – 10)

Maksud dan tujuan Pekabaran Tiga Malaikat (Wahyu 14:6-12) adalah untuk hal yang sama, agar supaya kita dibebaskan dari perhambaan dosa. Hanya kita sendiri yang belum memiliki pandangan dan pengertian kerohanian yang cukup untuk menangkap maksud Allah yang sebenarnya. 

Tiap jenis perhambaan yang dilakukan terhadap umat Allah (dahulu atau sekarang) oleh kuasa-kuasa yang dikendalikan iblis adalah untuk maksud dan tujuan yang sama. Perhambaan itu tidak terlepas dari tujuan untuk memusnahkan KEBENARAN ALLAH dari dunia ini. Dan karena KEBENARAN itu dipercayakan oleh Allah kepada umatNya, maka umatNya itulah yang menjadi sasaran setan. Jadi, kita bisa lihat bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh setan dalam setiap jaman untuk menekan dan memusnahkan umat Allah melalui bangsa-bangsa yang memperbudak bangsa Israel dari jaman bangsa Mesir, bangsa Asyur, bangsa Babel, bangsa Gerika-Yunani, bangsa Romawi, dan sampai pada jaman modern di mana kita hidup sekarang ini.

Pada waktu bangsa Israel ditawan oleh bangsa Babel, pada jaman Daniel, perabotan Bait Allah dibawa ke Babel dan diletakkan di tempat berhala-berhala raja Babel. Dengan kata lain, kebenaran Allah dan kerajaan-Nya yang dilambangkan dengan Bait Suci itu, sedang dihina dan diinjak-injak. Daniel yang mewakili bangsanya waktu itu berteriak kepada Allah memohon kelepasan, bukan semata-mata bagi dirinya dan bangsa yang ia wakili, tetapi demi kerajaan Allah dan Bait Suci-Nya yang sedang diinjak-injak itu. Semua permintaan Daniel adalah dalam kerangka perjanjian Allah dengan Abraham yang mana Allah berjanji menyediakan suatu negeri yang akan diperintah oleh YESUS KRISTUS.

Oleh sebab itu, Allah menyatakan kebenaranNya kepada Daniel yang meliputi banyak hal. Allah tidak hanya menyinggung pelepasan bangsa Israel dari tawanan pada waktu itu saja. Tetapi pelepasan yang dijanjikan Tuhan adalah menyangkut perkara-perkara pelepasan yang akan terjadi di masa-masa akhir jaman ini. Kepada Daniel diberitahukan bahwa sesudah lewat 2300 tahun, maka Bait Suci akan dipulihkan dan KEBENARAN ALLAH akan ditegakkan kembali (Daniel 8:14). Dan sesuai dengan yang telah difirmankan-Nya itu, maka pada tahun 1844 berdirilah para wakil-wakil dari kerajaan kebenaran-Nya yang membawa Pekabaran Tiga Malaikat (1844 adalah akhir dari nubuatan 2300 tahun, di mana nubuatan itu sendiri dimulai pada tahun 457 SM). Pandangan umat Allah diarahkan kepada Bait Suci yang di sorga di mana Yesus sedang bertugas sebagai Imam Besar dalam persiapan-Nya untuk kembali ke dunia ini dan menjadi RAJA di atas segala para raja-raja.

Dengan begitu, kita mengetahui bahwa PEKABARAN TIGA MALAIKAT adalah pekabaran pelepasan dari belenggu setan yang menawan kita dalam perhambaan dosa. Allah masih menyertai umatNya yang jelek, yang berbau busuk karena akibat keringat dari perbuatan-perbuatan dosa yang dipaksakan oleh setan. Allah akan melepaskan umat-Nya yang menaruh percaya pada DIA dan pimpinan-Nya. Pada jaman Mesir, Allah memanggil Musa, dan pada jaman Babel, Allah memanggil Yeremia, Daniel, dan Yehezkiel sebagai para nabi, dan Ezra, Nehemia, dan Zerubabel sebagai para pelaksana. Dan pada jaman akhir ini, Allah telah memanggil para pelopor pergerakan Advent (pergerakan yang menyatakan kedatangan Tuhan kedua kali) untuk melaksanakan kehendak-Nya.

3. Cara-Cara Allah Melepaskan Umat-Nya

Ini perlu sekali kita pelajari agar supaya kita dapat mengetahui apa arti IMAN yang sebenarnya.

sungai-nill CopyPada waktu bangsa Israel berkeluh-kesah karena tindakan yang kejam dan sewenang-wenang oleh bangsa Mesir, Allah tidak segera melepaskan bangsa Israel. Allah sedang mempersiapkan seorang pemimpin yang masih harus diselamatkan dari tepi sungai, kemudian dididik oleh ibunya sampai umur 12 tahun, lalu dilatih ketahanan dan kesetiaannya di tengah-tengah pencobaan kemewahan dan keberhalaan bangsa Mesir, untuk kemudian dididik Allah sendiri selama 40 tahun di antara domba-domba dungu dan di dalam kesunyian padang gurun. Mana akal pikiran manusia dapat menangkap maksud-maksud Allah? Sebagaimana langit itu jauh di atas langit bumi, begitu juga pikiran Allah di atas pikiran manusia. Kalau pikiran manusia tidak diterangi oleh Roh Allah, maka ia tidak dapat memahami Allah!

Saudara-saudara yang terkasih, kecuali kita menyadari hal ini dengan sungguh-sungguh, dan kita mau merendahkan diri kita di hadapan Allah untuk menerima terang yang datang dari Roh Suci melalui firman kebenaran-Nya, maka kita akan tersesat dan tidak akan ikut ambil bagian dalam keselamatan-Nya! Hal ini sangat serius ! Masing-masing kita harus dilahirkan kembali oleh Roh Suci !

Setelah Musa mengerti akan tugasnya untuk melepaskan bangsa Israel dari perhambaan Mesir, maka ia melaksanakan tugasnya menurut ilmu yang ia miliki. Musa Memahami ilmu perang bangsa Mesir. Musa mengetahui bagaimana menggunakan kekuatan otot-ototnya itu.

“Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.” (Keluaran 2:11-12)

Apakah Tuhan akan melepaskan bangsa Israel dengan cara Musa? Rupanya tidak! Apa yang telah dilakukan Musa didengar oleh raja Firaun, lalu Firaun mencari ikhtiar untuk membunuh Musa. Musa ketakutan dan ia melarikan diri ke padang belantara.

Selama 40 tahun di padang belantara yang sunyi, Musa dididik kembali oleh Tuhan dengan cara-cara-Nya sendiri. Musa dilatih dalam hal penurutan, kerendahan hati, ketekunan, dan kesabaran, dalam menggembalakan domba-domba. Bayangkan! Dari seorang pangeran kerajaan yang hidup penuh dengan kenyamanan, kemewahan, dan dididik dengan segala ilmu pengetahuan manusia yang tertinggi pada waktu itu, harus menjadi seorang gembala sederhana yang jauh dari keramaian, jauh dari kemewahan hidup dan dididik di tengah alam yang keras dan penuh bahaya.

Apa yang dipelajari Musa di istana kerajaan, yaitu segala ilmu kemanusiaan yang mengandalkan kekuatan dan pikiran manusia sendiri, harus dihapus dan diganti dengan pelajaran untuk bergantung sepenuhnya pada Allah dalam segala hal. Mengapa? Karena dalam perang melawan setan dan pasukannya bukanlah dengan kepercayaan dan kekuatan diri sendiri. Dalam menghadapi setan, manusia harus sepenuhnya bergantung kepada Allah Yang Maha Kuasa. Mudah berkata seperti itu. Tetapi bagaimana caranya ?

Umat Katolik percaya bahwa mereka sudah sepenuhnya bergantung kepada Allah. Tidak ketinggalan umat Protestan, Islam, Budha, Hindu, dan lain-lain. Tetapi dapatkah dua umat atau lebih yang sama-sama bergantung sepenuhnya kepada Allah mempunyai paham yang berbeda? Mustahil! Manakala ada paham yang berbeda tentu ada pihak yang belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

prayertoGod CopyKita hanya dapat bergantung sepenuhnya kepada Allah apabila kita mengenal kehendak Allah. Kehendak Allah dinyatakan melalui kebenaran firman-Nya. Jadi kita harus mencari KEBENARAN yang hanya ada satu saja. Marilah kita semua mau merendahkan diri kita dan mengijinkan Roh Suci untuk mengendalikan kita agar kebenaran-Nya dapat dinyatakan kepada kita. Untuk inilah kita bersama-sama mempelajari firman Tuhan!!

4. Ciri-ciri Orang Yang Sudah Dipersiapkan oleh Allah

Sesudah Tuhan mempersiapkan Musa, datanglah firman Tuhan kepadanya: “Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” (Keluaran 3:9-10)

Musa menghadapi suatu tugas yang amat berat. Ia harus berhadapan dengan kekuatan setan di pusat markas besarnya. Oleh sebab itu Musa berkata: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” (ayat 11)

Itulah ucapan yang dinantikan oleh Tuhan. Selama kita masih merasa diri kita cukup kuat dalam menghadapi tugas-tugas dan problema-problema hidup dan selama kita masih merasa yakin bahwa kita dapat menolong diri kita sendiri keluar dari ancaman dan bahaya, maka kita tidak akan bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Musa akan dihadapkan secara langsung kepada raja yang paling berkuasa saat itu, yaitu raja Firaun. Tugas itu tidak boleh diwakilkan kepada orang lain, Musa harus menghadapi sendiri. Hal ini lah yang membuat Musa menjadi gentar dan merasa tidak sanggup. Tetapi Allah dapat bekerja melalui orang yang merasa dirinya tidak sanggup!

Apa sebabnya Tuhan tidak menyembunyikan hal-hal yang menakutkan dari kita dan hanya memberitahu kita perkara-perkara yang menyenangkan, yang membesarkan hati, yang memberi harapan dan kesukaan, damai dan sejahtera? Karena Tuhan sangat mengasihi umat-Nya, Ia ingin umat-Nya mengetahui setiap muslihat setan yang jahat di akhir jaman ini agar tidak tertipu dan Tuhan tahu bahwa setan tidak akan berhenti dalam usahanya untuk melenyapkan umat Allah dari permukaan bumi ini. Tuhan harus memberitahu umat-Nya apa yang benar. Ia memberitahu bahwa umat-Nya harus berurusan dengan setan, dan umat-Nya hanya akan dapat menang apabila mereka bergantung sepenuhnya kepada Tuhan!

Kepada Musa yang sekarang sudah belajar untuk meragukan kekuatan dan kemampuannya sendiri, Tuhan berkata: “Bukankah AKU akan menyertai engkau?” (ayat 12). Kepada umat Allah yang menyadari dan mengakui ketidakmampuannya, Allah akan berkata: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Keluaran 33:14.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here