mendung

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Matius 6:26.

[AkhirZaman.org] Apabila kita memandang pada pepohonan yang tinggi dan bergoyang-goyang dengan daun-daunnya yang hijau dan segar, dan permukaan bumi ditutupi dengan permadani berwarna hijau, dan bunga-bunga serta semak belukar yang tumbuh dari bumi, patutlah kita mengingat bahwa segala keindahan alam ini telah digunakan Kristus di dalam kesempatan mengajarkan kebenaran yang mulia itu. Apabila kita menatap ladang-ladang yang ditumbuhi dengan gandum dan mendengar nyanyian burung-burung di atas sarangnya, dan memandang kapal-kapal di atas danau, kita patut mengingat akan sabda Kristus yang diucapkan di tepi danau, di tengah hutan, dan di atas bukit-bukit, dan pelajaran yang diajarkanNya disana seharusnya berulang kembali kepada kita melalui pemandangan alam yang sama yang ada di sekitar kita.”

la menggunakan pohon-pohon yang tinggi, tanah-tanah yang subur, batu-batu gersang, bunga-bunga yang indah muncul dari celah-celah batu, bukit-bukit yang abadi, bunga-bunga yang mekar di lembah, burung-burung menyanyikan lagunya di atas dahan-dahan kayu, bunga bakung yang segar terapung di atas permukaan air. Semua pemandangan yang hidup di sekeliling mereka ini dijadikan perantara yang dengannya pelajaran-pelajaran yang dikemukakanNya mengesankan hati para pendengarNya. Demikianlah segalanya itu meyakinkan hati semua orang,… menuntun mereka dengan manis dari pemandangan alam yang dijadikan Khalik kepada sifat Allah ….

Di dalam salah satu pelajaran yang diberikanNya yang sangat mengesankan hati itu, Kristus berkata, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga …. ”
“Di sini, Guru Besar itu sedang menuntun pikiran untuk memahami penjagaan dan kasih yang bersifat kebapaan Allah kepada anak-anakNya.

la menuntun mereka supaya memperhatikan burung-burung terbang dari satu pohon ke pohon yang lain, atau bermain-main di atas permukaan air danau tanpa merasa khawatir atau takut. Allah senantiasa memperhatikan makhluk-makhluk kecil ini; la menyediakan makanan bagi mereka; la memenuhi segala kekurangan mereka. Yesus bertanya, “Bukankah
kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Jika Allah memperhatikan dan memelihara burung-burung yang hina itu, bukankah la lebih mencintai dan memelihara makhluk yang telah dijadikanNya menurut petaNya itu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here